Ada Rumah Sakit Hewan Terbesar Se-Asia Tenggara di Taman Safari Bogor, Yuk Jenguk Penghuninya!

Senin, 7 Agustus 2023 – 07:04 WIB

BOGOR – Taman Safari Indonesia yang berada di Cisarua, Bogor, tak sekadar menjadi tempat rekreasi melihat beraneka ragam satwa. Taman Safari juga merupakan lembaga konservasi di mana di sini terdapat rumah sakit hewan hingga bank sperma satwa yang dilindungi.

Baca Juga :

Dokter Spesialis Mogok Gegara Insentif Nunggak Rp19 Miliar, Kemenkes Buka Suara

Beberapa waktu lalu, VIVA diundang untuk mengunjungi animal hospital atau rumah sakit hewan di Taman Safari. Rumah sakit ini pun diklaim sebagai yang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara.

Rumah sakit ini terletak di tengah wahana Safari Journey di dalam kompleks Taman Safari Bogor. Begitu memasuki area rumah sakit, ada sebuah kandang besi besar di halamannya.

Baca Juga :

Sadis, Seorang Remaja Disiram Air Keras oleh Geng Motor di Tangerang

Perawat di Rumah Sakit Hewan Taman Safari Bogor, Sri Swarni bersama Mugi.

Perawat di Rumah Sakit Hewan Taman Safari Bogor, Sri Swarni bersama Mugi.

Di dalamnya, ada seekor anak macan tutul Jawa yang berlarian dengan aktif bernama Mugi. Meski terlihat sehat dan menggemaskan, ternyata Mugi yang berusia 10 bulan itu ditelantarkan oleh induknya. Karenanya, dia kini berada dalam perawatan nurse atau perawat satwa bernama Sri Swarni.

Baca Juga :

Kenalan Sama 2 Panda Raksasa, Duta China untuk Indonesia di Taman Safari Bogor

Sri mengatakan bahwa setiap satwa selalu diawasi melalui CCTV. Jadi, keeper bisa melihat bagaimana perilaku induk kepada anak yang baru dilahirkannya.

“Hal pertama yang dilihat, kalau induk mau membersihkan, berarti tanda bagus. Kedua, sikap induk kepada anak, setelah membersihkan apakah berusaha memotong tali pusar, usaha mendekatkan ke puting,” jelas Sri saat ditemui di Taman Safari Indonesia, Bogor, beberapa waktu lalu.

Halaman Selanjutnya

Menurut Sri, pada satwa yang baru pertama kali melahirkan biasanya dia tidak memiliki pengalaman bagaimana memperlakukan anaknya. Tapi, satwa juga bisa belajar jika melihat satwa lain di sekitarnya melahirkan anak. Selain itu, induk juga cenderung menelantarkan anaknya jika melihat ada perbedaan atau cacat di tubuhnya. Inilah yang terjadi pada Mugi.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *